Kamis, 03 September 2015

Proposal Penelitian Uji Perbandingan Metode Ekspositori dengan Metode Inkuiri terhadap Prestasi Belajar Siswa kelas VIII MTs. Nurul Hidayah Rembitan Lombok Tengah pada Materi Pokok Teorema Pythagoras Tahun Pelajaran 2013/2014

Berikut Contoh Proposal Penelitian
A.      Judul: Uji  Perbandingan  Metode  Ekspositori  dengan  Metode  Inkuiri terhadap  Prestasi  Belajar Siswa kelas VIII MTs. Nurul  Hidayah  Rembitan  Lombok  Tengah  pada  Materi  Pokok  Teorema  Pythagoras  Tahun  Pelajaran 2013/2014
B.      Latar Belakang Masalah
Proses belajar mengajar yang efektif sangat dipengaruhi oleh pemilihan metode belajar yang tepat. Kebanyakan guru pada saat ini masih mengunakan metode ekspositori dalam pelaksanaan proses pembelajaran di dalam kelas. Disisi lain, pengajaran yang menggunakan kurikulum yang sedang berlaku saat ini lebih ditekankan kepada penggunaan pendekatan kontekstual, dimana proses belajar mengajar yang berpusat pada siswa. 
Berdasarkan hasil observasi awal menunjukkan, bahwa guru-guru  di MTs Nurul Hidayah Rembitan Lombok Tengah dalam menerapkan proses pembelajaran, sebagian besar masih menggunakan metode ekspositori. Oleh karena itu hasil belajar masih belum optimal,  hal  ini  dapat  dilihat  pada  arsip nilai rata-rata semester II kelas VIII tahun pelajaran 2012/2013 seperti terlihat pada tabel berikut.
Tabel. 1.1.  Nilai rata- rata kelas semester II Siswa Kelas VIII MTs. Nurul Hidayah Rembitan Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013.

No
Mata Pelajaran
Nilai
Rata-Rata Kelas

KKM
1
Pendidikan Agama Islam
80,00
65.00

2
Pendidikan Kewarganegaraan
70,00
65,00

3
Bahasa Indonesia
75,00
65,00
4
Matematika
60,00
60,00
5
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
75,00
65,00
6
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
70,00
65.00
7
Bahasa Inggris
70,00
65,00
8
Seni Budaya
80,00
65,00
9
Kesenian
80,00
65,00
10
Pendidkan Jasmani dan Kesehatan
75,00
65,00
Sumber : Arsip Nilai Wali Kelas VIII MTs. Nurul Hidayah Rembitan
Berdasarkan tabel 1.1. terlihat bahwa nilai rata-rata kelas paling  rendah  adalah  pada  mata  pelajaran  matematika  (kurang dari 65.00)  disini terlihat bahwa  siswa mendapatkan nilai rata-rata kelas sama dengan KKM yang sudah ditentukan.  Hal ini terjadi  karena metode belajar yang sering digunakan dalam pembelajaran matematika oleh guru MTs Nurul Hidayah Rembitan adalah metode ekspositori, dimana guru lebih banyak ceramah didepan kelas, penugasan dan sesekali melakukan diskusi. Secara keseluruhan, metode pembelajaran yang diterapkan masih kurang bervariasi dan tidak inovatif atau metode pembelajaran yang belum berpedoman pada pendekatan kontekstual.
Menurut buku pedoman pendekatan kontekstual (Depdiknas, 2002), bahwa ada 7 (tujuh) karakteristik dari pembelajaran kontekstual, yaitu konstruktivisme, bertanya (questioning), inquiri, learning community, pemodelan, refleksi dan authentic assignment. Strategi inkuiri dalam hal ini berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan mengajar pada strategi inquiri adalah (1) Keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar. Kegiatan belajar di sini adalah kegiatan mental intelektual dan social emosional, (2) Keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pengajaran dan (3) Mengembangkan sikap percaya pada diri sendiri (selfbelief) pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.
Melihat kondisi belajar mengajar yang diterapkan oleh guru dan melihat kurikulum saat ini yang lebih menekankan pada keaktifan siswa, maka selayaknyalah metode inquiri digunakan sebagai pilihan untuk menyampaikan materi ajar pada siswa.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin mengadakan penelitian dengan judul  uji  perbandingan  metode ekspositori  dengan  metode  inkuiri  terhadap  prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Nurul Hidayah  Rembitan  pada  materi  pokok  teorema  pythagoras  tahun  pelajaran 2013/2014.
C.      Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka  rumusan  masalah  dalam  penelitian  ini  adalah  bagaimana perbandingan metode  Ekspositori  dengan  metode  inkuiri  terhadap  prestasi  belajar  siswa  kelas  VIII  MTs.  Nurul  Hidayah  Rembitan Lombok Tengah  pada   Materi  pokok  teorema  pythagoras  Tahun Pelajaran 2013/2014.
D.      Batasan Masalah
Agar pembahasan dalam penelitian ini dapat terfokus dan terarah, maka diperlukan pembatasan masalah yang meliputi:
1.      Subyek Penelitian
Subyek dalam penelititan ini adalah siswa Kelas VIII MTs Nurul Hidayah Rembitan.
2.      Obyek Penelitian
Obyek dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa Kelas VIII.1 dan VIII.3 pada pelajaran matematika dengan menggunakan  metode  ekspositori  dan  metode  inquiri.
3.      Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan di MTs Nurul Hidayah Rembitan, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah pada tahun Pelajaran 2013/2014.
E.       Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode ekspositori dengan  metode inkuiri terhadap  prestasi  belajar  siswa kelas VIII  MTs Nurul Hidayah Rembitan Lombok Tengah pada materi pokok teorema Pythagoras  Tahun  Pelajaran 2013/2014.
F.        Manfaat Penelitian
1.      Manfaat Teoritis
Hasil penelitian diharapkan bermakna bagi peneliti supaya dapat mengembangkan konsep-konsep dan strategi tetang pelajaran matematika di sekolah sehingga mampu mengembangkan khasanah ilmu pendidikan pada umumnya.

2.      Manfaat Praktis
a.       Manfaat bagi Siswa
Hasil penelitian ini dapat membuat siswa lebih aktif dalam belajar matematika sehingg dapat memperoleh hasil yang lebih baik.
b.      Manfaat bagi Guru
Guru dapat menggunakan dan mengetahui metode mengajar yang lebih baik yang harus diterapkan dalam mengajar.
c.       Manfaat bagi Dosen
Penelitian ini dpat memberikan masukan pada dosen tentang berbagai kesulitan yang dihadapi oleh guru ditingkat MTs. Dengan demikian Dosen dapat melakukan berbagai cara dalam mendidik calon guru.
d.      Manfaat bagi Sekolah
Penelitian ini dapat di masukkan sebagai pertimbangan dalam mengambil berbagai kebijakan sekolah yang berkaitan dengan proses pembelajaran, peningkatan mutu pembelajaran, penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran
G.      Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan skripsi ini terdiri dari beberapa tahap yaitu sebagai berikut :
1.   Menentukan Variabel
2.   Mengumpulkan data, yaitu dengan metode observasi dan tes.
    
3.   Menganalisis Data
Menganalisis data meliputi tahap-tahap sebagai berikut :
a.    Validitas  Butir Soal.
b.   Reabilitas  Soal.
c.    Uji Prasarat ( uji asumsi klasik), yaitu untuk memberikan kepastian bahwa persamaan regresi yang didapatkan memiliki ketepatan dalam estimasi,  tidak bias  dan  konsisten.
d.   Uji statistik  kedua perlakuan dengan menggunakan uji – t dan kemudian ditariklah sebuah kesimpulan dari hasil penelitian.
H.      Tinjauan Pustaka Dan Perumusan Hipotesis
1.      Penegasan Pengertian Istilah
Definisi operasional dimaksudkan untuk mendapatkan kejelasan tentang arti yang terkandung dalam judul penelitian yang diangkat. Beberapa istilah yang penting dalam penelitian ini, sebagai berikut :
                   a.      Perbandingan
Perbandingan, yaitu mencari perbedaan atau persamaan dari dua jenis metode/pendekatan yang akan diteliti. Perbandingan dua jenis metode  dalam penelitian ini adalah perbandingan antara metode ekspositori dengan metode inquiri terhadap prestasi belajar matematika siswa MTs. Kelas VIII pada pokok bahasan teorema pythagoras.
                  b.      Metode Ekspositori
Metode ekspositori adalah model pembelajaran dimana kegiatan mengajarnya berpusat pada guru, dalam arti guru aktif memberikan penjelasan atau informasi secara terperinci tentang bahan pengajaran. Tujuan utama proses pembelajaran dengan metode ekspositori adalah memindahkan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai kepada siswa. Hal yang esensial adalah bahan pengajaran harus dijelaskan pada siswa (Dimyati, 2006).
                   c.      Metode Inkuiri
Metode inquiri merupakan pengajaran yang mengharuskan siswa mengolah pesan sehingga memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai. Dalam metode inquiri, siswa dirancang untuk terlibat melakukan penemuan dalam masalah baru. Model pengajaran ini terpusat pada siswa dimana siswa menjadi aktif dalam belajar. Tujuan metode inquiri adalah mengembangkan kemampuan intelektual, berfikir kritis dan mampu memecahkan masalah secara ilmiah (Dimyati, 2006).
                  d.      Prestasi Belajar
Prestasi belajar dalam penelitian ini adalah hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti proses keterampilan dan atau pengetahuan dan perubahan tingkah laku seseorang secara akademik berdasarkan kemampuan dan keterampilan yang dilakukan baik secara individu maupun kelompok melalui proses belajar mengajar yang berupa angka atau nilai.
2.       Penelitian Yang Relevan
Dibawah ini Penulis paparkan beberapa hasil penelitian yang yang  menjadi  reverensi, diantaranya :
a.       Ida Puspa Rahmawati (2004) membahas tentang perbedaan prestasi belajar siswa pada topik Teorema Pythagoras yang menggunakan pembelajaran  kooperatif  tipe  jigsaw.
b.      Ari Rosmawati (2007) membahas  tentang  peningkatan kreativitas melalui proses pembelajaran matematika dengan pendekatan inquiri dan membawa dampak terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
c.       Rina Subekti (2004) membahas  tentang  perbedaan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan relasi, pemetaan dan grafik antara kelas yang diberi pembelajaran dengan metode ekspositori dan kelas yang diberi pembelajaran metode inkuiri.
3.      Landasan Teori
a.          Hakikat Belajar Mengajar Matematika
Menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dan interaksi pada setiap orang dan  lingkungannya dalam  memenuhi  kebutuhan hidupnya.
Matematika merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan bentuk-bentuk atau struktur-struktur yang sifatnya abstrak. Untuk dapat mengetahui dan memahami struktur-struktur serta hubungan-hubungan diperlukan pemahaman tentang konsep-konsep yang terdapat dalam matematika itu. Hal ini berarti belajar matematika adalah belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur yang terdapat di dalamnya (Russefendi, 1994 : 70).Belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, prilaku dan keterampilan dengan cara mengelola bahan belajar (Dimyati, 2006).
b.      Prestasi Belajar Matematika
Masalah prestasi ini sangat penting terutama dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan penguasaan materi pelajaran bagi siswa. Prestasi seringkali diartikan sebagai suatu hasil dari sebuah proses, seperti halnya dalam proses belajar akan menghasilkan prestasi belajar. Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau diperoleh siswa yang berupa nilai-nilai mata pelajaran (Nurkencana, 1990 : 76).
Perbedaan prestasi belajar siswa pada umumnya dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam (internal) dan faktor yang berasal dari luar (eksternal). Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar tersebut sebagian besar berada di dalam diri individu dan sebagiannya lagi terdapat di luar diri individu (Slameto, 2003). Lebih jelasnya dua faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1)   Faktor internal (faktor dari dalam individu/siswa), terdiri dari :
a)Sikap siswa
Sikap merupakan gejala internal yang berdimensi efektif berupa kecendrungan untuk meraksi dan merespon. Sikap siswa yang positif baik pada mata pelajran maupun guru pertanda awal yang baik bagi proses belajar siswa tersebut dan sebaliknya jika sikap siswa negatif, maka akan menimbulkan kesulitan dalam belajar.
b)   Minat
Minat merupakan kecendrugan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian belajar siswa, karena siswa yang memiliki minat yang besar terhadap suatu mata pelajaran akan memuasatkan perhatiannya lebih banyak terhadap pelajaran tersebut. 
c)      Motivasi
Motivasi merupakan keadaan internal seseorang yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dorongan pencapaian prestasi dan memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk masa depan akan mempengaruhi tingkat keaktifan siswa dalam belajarnya.
2)   Faktor eksternal
Hambatan yang dapat ditimbulkan dari luar diri siswa, menurut Sumartana dalam skripsi Ali Susanto (2005), bahwa hambatan itu bersumber dari faktor-faktor sebagai berikut :
a)Faktor keluarga
Faktor keluarga dapat mempengaruhi prestasi belajar, misalnya cara mendidik, suasana keluarga, pengertian keluarga dan keadaan sosial ekonomi keluarga.
b)   Faktor lingkungan sekolah
Faktor lingkungan sekolah dapat berupa hubungan guru dengan siswa, hubungan antara murid, standar pelajaran, media pendidikan, kurikulum, cara penyajian materi mengunakan metode ekspositori dan metode inkuiri, keadaan gedung sekolah dan pelaksanaan disiplin.
c)   Faktor lingkungan masyarakat
Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, antara lain : media massa, teman bergaul, kegiatan lain di luar sekolah dan cara hidup di lingkungannya. Faktor eksternal ini dapat menimbulkan pengaruh yang positif bagi anak dan dapat pula menimbulkan pengaruh yang negatif. Hal ini sangat tergantung dari ketiga lingkungan tersebut terutama lingkungan keluarga.
d)  Faktor Metode pembelajaran
Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Dengan demikian, metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran yang sangat penting.
c.    Metode Inkuiri
Metode Inkuiri adalah metode belajar dimana dalam prosesnya siswa didorong untuk belajar sebagian besar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk mereka sendiri (Nurhadi, 2003 : 71).
Metode inkuri dalam penelitian ini adalah suatu teknik instruksional dalam proses belajar mengajar siswa dihadapkan pada suatu masalah dan tujuan utama pengajaran menggunakan metode inkuiri adalah membantu siswa mengembangkan keterampilan penemuan ilmiah.
Metode  inkuiri  memiliki  beberapa  kelebihan  diantararnya  sebagai berikut :
1)         Siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berfikir dan menggunakan kemampuannya untuk menemukan hasil akhir.
2)         Siswa memahami benar pelajaran sebab mengalami sendri proses penemuannya. Sesuatu yang diperoleh dengan cara ini akan lebih melekat dan lama diingat.
3)            Dengan menemukan sendiri dapat menimbulkan rasa puas. Kepuasan interinsik ini mendorong siswa ingin melakukan penemuan lagi hingga minat belajarnya meningkat.
4)            Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode inkuiri akan lebih mampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks.
5)         Melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri.
Jadi, strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan metode inkuiri adalah sebagai berikut:
1)         Membina suasana yang responsif diantara siswa.
2)         Mengemukakan permasalahan untuk di inkuiri (ditemukan) melalui cerita, film, gambar, dan sebagianya. Kemudian mengajukan pertanyaan ke arah mencari, merumuskan dan memperjelas permasalahan dari cerita dan gambar.
3)         Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa, pertanyaan yang diajukan bersifat mencari atau mengajukan informasi atas data tentang masalah tersebut.
4)         Merumuskan hipotesis/ perkiraan yang merupakan jawaban dari peryataan tersebut. Perkiraan jawaban ini akan terlihat tidaknya setelah pengumpulan data dan pembuktian atas data. Siswa mencoba merumuskan hipotesis permasalahan tersebut. Guru membantu dengan pertanyaan-pertanyaan pancingan.
5)         Menguji hipotesis, guru mengajukan petanyaan yang bersifat meminta data untuk pembuktian hipotesis.
6)         Pengambilan kesimpulan perumusan kesimpulan ini dilakukan guru dan siswa (Piaget dalam Ida, 2005: 55).
d.   Metode Ekspositori
Metode ekspositori atau model pembelajaran dengan ekspositori merupakan kegiatan mengajar yang berpusat pada guru. Guru aktif memberikan penjelasan atau informasi secara terperinci tentang bahan pelajaran. Tujuan utama proses pembelajaran dengan metode ekspositori adalah memindahkan pengetahuan, keteampilan dan nilai-nilai kepad siswa serta hal yang esensial pada bahan pelajaran yang harus dijelaskan kepada siswa (Dimyati, 2006).
Metode ekspositori ini disamakan dengan metode ceramah karena sifatnya sama-sama memberikan informasi dan pangajaran berpusat pada guru. Pada metode ekspositori ini, guru memberikan informasi hanya pada saat atau bagian-bagian yang diperlukan, misalnya pada permulaan pelajaran, pada topik pelajaran yang baru dan pada waktu memberikan contoh-contoh soal. Pada metode ini, setelah guru beberapa saat memberikan informasi (ceramah), guru mulai dengan menerangkan suatu konsep, mendemonstrasikan keterampilannya mengenai pola atau aturan atau dalil tentang konsep itu, siswa bertanya guru memeriksa (mengecek) apakah siswa sudah mengerti atau belum. Kegiatan selanjutnya adalah guru memberikan contoh-contoh aplikasi soal-soal konsep itu, selanjutnya meninta murid untuk menyelesaikan soal-soal dipapan tulis atau dimejanya. Siswa mungkin bekerja individual atau bekerja sama dengan teman yang duduk disampingnya dan sedikit ada tanya jawab.
Dari beberapa pendekatan di atas, maka metode ekspositori dalam penelitian ini adalah suatu cara yang digunakan guru sebagai pemberi informasi bahan pelajaran dalam keadaan yang telah diolah secara tuntas oleh guru sebelum disampaikan kepada siswa dalam pelaksanaan strategi belajar mengajar khususnya pda mata pelajaran matematika.
Adapun kelebihan  metode ekspositori adalah sebagai berikut :
1)         Dominasi guru berkurang
2)         Guru menjelaskan materi dan contoh-contoh pada waktu tertentu
3)         Dapat diterapkan pada mata pelajaran eksak seperti matematika.
4)         Murid diberikan lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan guru.
Adapun langkah-langkah pembelajaran dalam strategi pembelajaran ekspositori adalah sebagai berikut:
1)            pada tahap pendahuluan (persiapan) guru menyampaikan pokok-pokok materi yang akan dibahas dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, siswa mengikuti dengan mencatat bila perlu
2)            pada tahap penyajian atas materi guru menyampaikan materi pembelajaran dengan ceramah dan tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan demostrasi untuk memperjelas materi yang disajikan dan diakhiri dengan penyampaian ringkasan atau latihan,
3)            pada tahap penutup guru melaksanakan evaluasi berupa tes dan kegiatan tindak lanjut seperti penugasan dalam rangka perbaikan dan pengayaan atau pendalaman materi.
e.       Teorema Pythagoras
Pythagorasadalah matematikawan bekebangsaan Yunani, yang hidup sekitar tahun 504 SM. Beliau menemukan teorema hubungan antara sisi-sisi dari suatu segitiga siku-siku. Hasil penemuan Pythagoras ini sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia karena dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai masalah yang berkaitan dengan segi tiga siku-siku. Untuk mengenal jasa beliau, maka teorema tersebut dinamakan teorema Pythagoras.
Teorema Pythagoras selalu bekerja pada segitiga siku-siku. Perhatikan gambar dibawah ini.
A
                                    a                               c
B                    b                                  C
Segi tiga ABC siku-siku di B( besar  sudut ABC =  ) sisi terpanjang(AC) dihadapan sudut siku-sikunya disebut sisi miring atau hipotenusa. Sisi AB dan BC disebut siku-siku. Sisi BC juga sering disebut alas dan sisi AB sering disebut tinggi.
Teorema Pythagoras menyatakan: pada suatu segi tiga siku-siku, luas persegi pada hipotenusa sama dengan jumlah luas persegi pada dua sisi siku-sikunya. Dengan demikian, pada sebuah segitiga siku-siku berlaku: kuadrat panjang hipotenusa sama dengan jumlah kuadrta panjang kedua suku-sikunya.
= +
= -
= -

Teorema Pythagoras menyatakan hubungan panjang antara ketiga sisi segi tiga siku-siku ABC sehingga belaku rumus:


Teorema Pythagoras dapat digunakan untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika panjang kedu sisinya diketahui. Teorema Pythagoras ini dapt digunakan untuk menyelesaikan soa-soal bangun datar dan bangun ruang.

4.      Perumusan Hipotesis
Hipotesis merupakan suatu dugaan sementara yang mungkin benar dan mungkin juga salah dan akan ditolak apabila satu-satunya palsu dan akan diterima fakta-fakta yang membenarkannya. Penerimaan hipotesis ini tergantung dari hasil penyelidikan terhadap fakta-fakta yang dikumpulkan (Suharsimi, 2002).
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga  terdapat perbedaan prestasi belajar matematika yang diajarkan dengan metode inkuiri  bila dibandingkan dengan metode ekspositori pada materi pokok teorema Pythagoras pada siswa kelas VIII MTs Nurul Hidayah Rembitan Lombok Tengah  Tahun Pelajaran 2013/2014.
I.         Metode Penelitian
1.      Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dimana dengan memberikan perlakuan terhadap dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti. Hal ini sesuai menurut Suharsimi (2002), bahwa penelitian eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu. 
Dalam penelitian ini, peneliti telah memberikan perlakuan pembelajaran dengan dua metode, yaitu metode inkuiri dan metode ekspositori.  Berdasarkan penerapan dua metode yang berbeda ini, kemudian akan dilakukan tes untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Adapun desain penelitian ini seperti pada table berikut.
Kelompok
Pre test
Perlakuan
Pos test
Eksperimen
Kontrol
             -
Keterangan :  = Perlakuan dengan metode inkuiri pada kelompok eksperimen
                       PreTest / Pos Test
2.      Populasi dan Sampel
Populasi adalah semua objek yang menjadi pusat perhatian dalam penelitian. Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki ciri yang sama dengan populasi.
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII  MTs. Nurul Hidayah Rembitan Lombok Tengah  yang menjadi responden, sedangkan sampel dari penelitian ini adalah dua kelas yang di pilih melalui teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang di perlukan.
3.      Data Penelitian
a.          Jenis dan Sumber Data
  Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer merupakan sumber data yang di peroleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data bersumber dari hasil belajar siswa (evaluasi) setelah di lakukannya pembelajaran.
b.      Teknik Pengumpulan Data
            Penelitian ini akan melakukan percobaan pada dua kelas yang berbeda namun dengan kemampuan matematika yang sama, dimana salah satu kelas merupakan kelas eksperimen ( ) yang di berikan pembelajaran dengan metode inkuiri sedangkan kelas lainnya sebagai kelas kontrol ( ) menggunakan pembelajaran dengan metode ekspositori. Kemudian hasil eksperimen diperoleh dari hasil evaluasi di akhir pelajaran.
4.      Variabel penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini hanya satu jenis variabel saja, yaitu variabel X. Variabel ini dibagi menjadi dua sub variabel yaitu:
 = Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode inkuiri (kelompok eksperimen)
 = Hasil belajar siswa yang diajar dengan metode ekpsositori (kelompok kontrol)

5.      Analisis Data
Dalam penelitian ini, analisis data di lakukan dengan teknik statistik. Langkah – langkah analisis data yaitu sebagai berikut :
a.       Validitas Butir Soal
Untuk mencari validitas butir soal dapat di cari dengan menggunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut (Arikunto, 2008 : 72)
rxy =
 Keterangan :     N = jumlah subyek
                           rxy = koefisien Korelasi
                           X = Skor benar
                           Y = total skor
Nilai rxy akan di konsultasikan dengan tabel r product moment. Item tersebut dikatakan valid jika rxy lebih besar dari r tabel dan item tersebut dikatakan tidak valid jika rxy lebih kecil dari r tabel.
b.      Reabilitas Soal
Untuk mencari reabilitas instrumen dapat digunakan rumus Spearman Brown (Arikunto, 2008 : 93):
r11 =
keterangan :       r11 = koefesien korelasi seluruh tes
                           r1/21/2 = reabilitas separuh tes
Nilai r11 akan di konsultasikan dengan tabel r product moment. Jadi ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu :
1)      Jika r11>rtabel maka butir soal tersebut dikatakan reliabel
2)      Jika r11<rtabel maka butir soal tersebut dikatakan tidak reliabel
c.       Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dalam penelitian ini dilakukan untuk memberikan kepastian bahwa persamaan regresi yang didapatkan memiliki ketepatan dalam estimasi,  tidak bias  dan  konsisten.
d.      Uji Statistik
Uji  statistik  dalam penelitian ini menggunakan t – tes yang independent, rumus t – tes independent yang di gunakan adalah pooled varians dengan rumus sebagai berikut :
t =
Keterangan:
X1 = nilai rata – rata kelas yang menggunakn  metode  inkuiri
X2 = nilai rata – rata kelas yang menggunakan metode   ekspositori
n1 = jumlah sampel kelas yang menggunakan metode ikuiri
n2 = jumlah sampel kelas yang menggunakan metode ekspositori
 =  varians kelas yang menggunakan metode inkuiri
 = varians kelas yang mnggunakan metode ekspositori                       (Sugiyono,2010:272)
6.      Pengujian Hipotesis
Untuk mengetahui  perbedaan metode  maka  dilakukan  pengujian  hipotesis  dengan  kriterianya  adalah  jika  >  dengan  menggunakan  taraf  signifikan  0,05  maka tolak  , begitu  juga  sebaliknya  jika  <   maka  tolak  .
J.   Jadwal  Penelitian
Tabel rencana pelaksanaan penelitian
No
Kegiatan
Bulan/ Minggu ke
April
Mei
juni
Juli
Agustus
September
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
5
1
2
3
4

1
Penyusunan proposal dan revisi


























2
Pembuatan perangkat PBM dan istrumen


























3
Pelaksanaan


























4
Evaluasi dan refleksi


























5
Penyusunan hasil penelitian


























6
Penyusunan laporan


























7
Laporan


























Catatan : jadwal pelaksanaan penelitian disesuaikan


K.      Daftar Pustaka

Anonim, 2002. Pedoman Pendekatan Kontektual. Jakarta : Depdiknas

Arikunto, Suharsimi, 2000. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

________________, 2000. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta

________________, 2005. Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.

Ayunita, Nurma, 2003. Perbandingan Prestasi Belajar Antara Siswa Yang Diajarkan Dengan Metode Ekspositori Dengan Metode Kontruktivisme Pada Pokok Bahasan Segi Tiga Siswa Kelas VIII SMPN 4 Bima, Skripsi. Mataram : IKIP Mataram.

Dimyati, 2005. Strategi Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Gulo, W, 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Grasindo

Kusumawati, Heny dan Handayani, Thoyibah, 2005. Matematika Untuk Kelas VIII SMP Dan MTS. Jakarta : PT. Intan Pariwara.

Nurkencana, 1990. Evaluasi Pendidikan. Surabaya : Usaha Nasional

__________, 2000. Evaluasi Hasil Belajar. Surabaya : Usaha Nasional

Russeffendi, 1994. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Jakarta : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.

Sugiyono, 2000. Membantu Guru Dalam Meningkatkan CBSA. Bandung : Tarsito.

_______, 2005. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : CV. Alfabeta.

Sukmadinata, 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Tampomas, Husein, 2005. Matematika Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Yudhistira



Tim Penyusun, 2006. Prosedur Penulisan Skripsi. Mataram : FPMIPA Mataram.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar